Blog Archive
Pages
Blog Archive
About
Blog yang berisi cerita tentang para penemu dari seluruh dunia.
Diberdayakan oleh Blogger.
Galileo Galilei (1564-1642)
Galileo Galilei, di masa mudanya Galileo gemar melakukan percobaan melempar benda pada Menara Pisa, menara miring yang amat termasyhur di Pisa, Italia, yang didirikan tahun 1174. Kegemaran yang tak di sengaja initernyata amat besar pengaruhnya bagi kegiatan penelitiannya di kemudian hari sebagai pakar mekanika.
Menurut Aristoteles yang lahir 384 SM, benda yang lebih berat akan jatuh lebih cepat di bandingkan benda yang lebih enteng. Selama sekitar abad ke 19, keyakinan filsuf Yunani dan murid Plato ini melekat di benak setiap orang, nyars mendarah daging. Galileo yang kritis rupanya tidak menelan begitu saja ketentuan ini. Ia melakukan percobaan untuk mengujinya. Kesimpulan Aristoteles ternyata salah besar! Percobaanya membuktikan bahwa benda berat maupun benda ringan jatuh dengan kecepatan yang sama, kecuali pada batas kecepatanya berkurang akibat pergesekan udara. Lalu dengan cermat ia melakukan penelitian lebih lanjut yang membimbingya menjadi pelopor pemakai formula matematik dan metode matematik. Kedua langkah matematik ini kemudian menjadi ciri utama pengetahuan modern hingga sekarang
Galileo lahir di Pisa Italia pada tanggal 15 Februari 1564. Kuliahnya terhenti di universitas Pisa karena tidak ada biaya. Karena birokrasi belum seketat sekarang, Galileo diperbolehkan mengajar di Universitas Padua dan bermukim disana hingga tahun 1610. Selama berkutat di Universitas inilah, ia melakukan penemuan-penemuan yang menakjubkan, Ini membuktikan bahwa gelar perguruan tinggi yang tak mampu diraihnya karena hambatan keuangan, tidak membuatnya menyerah begitu saja. Ilmuan sejati tidak pernah berhenti memburu apa yang menjadi sasaran rasa ingin tahunya, baik ada gelar maupun tidak.
Sumbangan Galileo yang nyata ialah mengenai hukum kelambanan dan penemuan pendulum tahun 1583. Akan tetapi penemuan di bidang Astronomilah yang membuatnya amat terkenal. Berkat teleskop yang dapat diciptakannya untuk mengamati benda-benda angkasa, akhirnya ia menyimpulkan bahwa teori Copernicus yang mengatakan bahwa bumi mengitari matahari adalah benar.
Pada masa itu teori yang dikenal dengan teori heliosentris ini tidak mutlak di terima masyarakat. Kalangan gereja, misalnya, masih tetap menganggap bahwa mataharilah yang mengitari bumi atau dikenal sebagai teori Geosentris.akibatnya hubungan Galileo dengan gereja menjadi runyam. Ketika Paus Urban VIII dilantik, Paus pengagum Galileo ini memberi syarat kelonggaran bagi ilmuan besar ini. Ia menyusun buku yang memperkuat dukungannya atas teori heliosentris. Ketika buku ini di terbitkan, pada tahun 1632, rupanya masih ada penguasa gereja yang tidak setuju. Akibatnya , Galileo diseret ke pengadilan agama di Roma dan dikenakan tahanan rumah serta harus mencabut pendapatnya serta terbuka mengenai bumi yang beredar mengitari matahari.
Ketika ia mengalami kebutaan pada tahun 1638, Paus tetap melarangnya keluar rumah untuk berobat di Florence. Penemu yang taat beragama ini yakin kebenaran akan datang. Ia tetap melanjutkan penelitiannya hingga wafat pada tanggal 8 Januari 1642 di rumah pengasingannya di Arceti, di daerah perbukitan di atas kota Florence.
Nicolaus Copernicus (1473-1543)
Menurut Ptolemaeus, semua benda angkasa, yakni apa yang kita kenal sebagai planet-planet, beredar mengitari bumi, Pendapat astronom Yunani yang lahir sekitar tahun 100 dan wafat tahun 178 SM ini bertahan hingga belasan abad kemudian. Pada abad ke 13, filsuf Yunani lainnya, yakni Aristarchus dan Samsos melantarkan bantahan terhadap teori geosentris dari Ptolemaeus ini. Ia mengatakan bahwa planet-planet lah yang mengitar mengitari matahari. Akan tetapi paham geosentris yang terlanjur melekat di kalangan gereja ini dan tentu saja di lapisan masyarakat, sukar di tumbangkan olleh pendapat heliosentris dari Aristarchus. Maklum, bukti-bukti ilmiah lewat percobaan rinci tak bisa dikedepankan olehnya. Untunglah muridnya, Copernicus, yang lahir hampir dua abad kemudian mendukung teorinya, lengkap dengan pembuktian-pembuktiannya.
Ahli perbintangan (astronom) ini lahir di kota Torun, di tepi sungai Vistula, Polandia, tanggal 19 Februari 1473. Nama aslinya dalam bahasa ibunya adalah Mikolaj kopernik. tidak seperti Galileo Galilei, terhambat meraih gelar karena keungan macet, Copernicus karena berasal dari keluarga kaya, minatnya yang besar untuk menyingkap rahasia alam dengan bersenjatakan ilmu di perguruan tinggi berlangsung mulus. Pada usia 20-an, ia pergi ke italia menuntut ilmu kedokteran dan hukum di Universitas Bologna dan Universitas Padua. Akhirnya, ia meraih gelar dokter di bidang hukum gerejani dari Universitas Ferrara. Sejak saat itu, pekerjaan pokoknya adalah sebgai ahli hukum gerejani. Dengan kata lain, sumbangan terhadap ilmmu perbintangan yang membuatnya tercatat dalam sejarah ilmu pengetahuan dunia dilakukan secara sambilan.
Perkenalan Copernicus dengan pemikiran-pemikiran Aristarchus berlangsung selama ia bermukim di italia itu. teori Heliosentris segera berkenan di hatinya. Memasuki usia empat puluh tahun, ia mengedarkan tulisan-tulisan ringkasnya di antara temannya yang ternyata kemudian menjadi titik tolak gagasnnya sendiri atas teori ini.
Setelah bertahun-tahun melakukan pengamatan serta perhintungan yang teliti, ia menyusun buku yang menguraikan teorinya secara rinci lengkap dengan pembuktian-pembuktiannya. Ketika ia mengirimkan garis besar teorinya ke Roma pada tahun 1533, Paus tenang-tenang saja. Akhirnya, pada usia menjelang 70 tahun, ia memutuskan untuk menerbitkan bukunya. Pada saat meninggal tanggal 24 Mei 1543, nomor bukti cetakan pertama bukunya tiba di alamatnya. Meski pertanggung jawaban teori heliosentrisnya belum didukung perhitungan skala peredaran planet yang benar, bukunya segera menarik perhatian para pakar perbintangan lainnya. Agaknya buku ini yang merupakan penampilan pertama yang mencoba mendukung habis-habisan teori heliosentris. Bagaimanapun juga, buku inilah yang menjulangkan nama Copernicus sebagai pemukul palu kebenaran teori tersebut. Dengan demikian, peranannya dianggap telah merevolusi wawasan manusia tentang luar angkasa dan menumbangkan pandangan lama yang di cerahkan oleh Ptolemaeus.
Archimedes (287-212 SM)
"Eureka! Eureka!" yang artinya "Sudah Kutemukan! Sudah Kutemukan!" adalah teriakan sangat terkenal yang mengingatkan orang pada tokoh penemu Hukum Archimedes. Hukum yang mengabadikan nama penemunya ini, yakni Archimedes, diperoleh ketika ia sedang berendam di bak mandinya. Selama mandi rupanya ahli fisika Yunanu kuno ini sedang memikirkan pekerjaan rumah yang di berikan Raja Syracus, yaitu Herion II untuk menentukan mahkota raja terbuat dari emas murni atau campuran. Raja Herion II yang masih kerabat Archimedes itu rupanya meragukan kejujuran seniman yang membuat mahlota tersebut. Perbandingan berat mahkota dengan berat zt cair yang dipindahkan saat benda itu benar benar tenggelam memberi Archimede ide tentang apa yang kini dikenal dan disebut sebagai "berat jenis benda". Begitu gembiranya ia menemukan kesimpulan ini, sampai-sampai meloncat dari bak mandi itu, lupa mengenakan pakaian terlebih dulu, sambil berteriak teriak eureka, eureka, dan berlari ke rumah. Archimedes hanya perlu memperoleh jumlahg kuantitas emas yang digunakan untuk membuat mahkota itu, lalu menentukan berat jenisnya dengan proses yang sama. Jika berat, jika berat jenis mahkota dan berat jenis mahkota itu tidak sama, berarti emas itu mengandung emas campuran. Agaknya tubuhnya yang berendam di bak mandi telah mengilhaminya. Rumus yang diperoleh Archimedes di bak mandi itu sangat luar biasa peranannya hingga sekarang, terutama di bidang fisika. Pembuatan kapal laut, pesawat terbang, dan apa saja yang berhubungan dengan berat jenis benda dalam proses pembuatannya tentu tidak melupakan jasa Archimedes.
Johanes Gensfleisch Gutenberg (1395-1468)
Gutenberg lahir sekitar tahun 1395 di Mainz, Jerman, dari keluarga bangsawan Genfleisch. Berita tentang masa muda atau riwayat hidupnya secara lengkap sulit di peroleh. Konon, ia pernah menjalani hukuman pengasingan selama beberapa tahun di Strasbourg akibat keterlibatan keluarganya di bidang politik.
Jasanya sebagai penemu mesin cetak untuk pertama kali yang bisa di lepas-lepas sangat mempengaruhi kemajuan Eropa pada masanya. Padahal, jika ditilik urutan penemuan di bidang percetakan, Tiongkok adalah pelopornya. Akan tetapi, penemuan orang-orang Cina tidaklah semodern penemuan Gutenberg.
Pada tahun 868 SM, hampir empat abad sebelum penemuan Gutenberg, sebuah buku cetakan sudah di temukan di Cina. Akan tetapi sistemnya masih melalui proses cetak blok, yaitu kayu atau logam di cukil untuk sebuah buku tertentu dan tidak bisa untuk kayu yang lain. Bisa di bayangkan betapa repot dan makan waktu lama untuk memproduksi buku-buku yang harus memiliki cetakan bloknya masing-masing.
Pada pertengahan abad ke-11, huruf cetak yang bisa bergerak sudah di temuamn di Cina. Akan tetapi karena terbuat dari sejenis tanah, tentu tudak akan bertahan lama. Kemudian awal abad ke-15, Korea juga telah mempergunakan huruf cetak dari logam.Sayangnya, mesin ini tidak menjadi milik umum sehingga sulit dilacak. sementara pada penemuan Gutenberg pada tahun 1447 sama sekali tidak terlebih dulu mempelajari huruf cetak bergerak dari Cina. Setelah jenis mesin cetak praktis ini berkembang luas di Eropa, Cina barulah mempelajarinya dari barat.
Pada tahun 1454 di Mainz, di cetak buku yang merupakan sumbangan Gutenberg paling indah, yakni sebuah kitab yang kemudian terkenal sebagai injil Gutenberg. Akan tetapi namanya tidak tercantum sama sekali dalam buku ini atau di buku manapun yang di buat di percetakannya. Tampaknya Gutenberg tidak berniat memanfaatkan penemuannya untuk tujuan tujuan komersial. Malahan alat-alat percetakannya sering menjadi alat penebus denda pengadilan yang sering melibatkannya.
Kesadaran akan tingginya nilai hak paten nelum ada pada diri Gutenberg sehingga hidupnya tidak kaya raya. Padahal, sebagai penemu metode pertama penggunaan huruf cetak bergerak yang terbuat dari logam campuran dapat menjajikan kemakmuran jika hal itu terjadi sekarang. Di samping itu, ia adalah pakar pertama yang dapat tepat dan teliti menuangkan cairan logam dalam rangka pembuatan huruf cetak blok dan pakar di dalam menggunakan tinta serta alat penekan saat mencetak. Tak pelak lagi, seluruh kemampuan Gutenberg merangkum hal-hal diatas telah membuatnya sangat berjasa dalam melahirkan usaha produksi bahan bacaan secara masal.
Dalam sejarah dunia, bangsa yang palling menguasai sumber ilmu pengetahuan yakni bahan bacaan, pasti akan menjadi bangsa yang berada di garis depan kemajuan. Bahan bacaan bacaan yang juga bagian dari sumber informasi telah membuat Eropa lebih menonjol dari benua benua lain dalam hal menguasai ilmu pengetahuan melalui bahan bacaan yang diproduksi besar-besaran. Penemuan Gutenberg itu telah mengantarkan bangsa Eropa dapat saing berbagi informasi secara merata. Gutenberg yang wafat tahun 1468 boleh jadi tidak mengetahui pengaruh penemuannya itu, tetapi kita harus berterima kasih padanya.
Sumber: Para Penemu Yang Mengubah Dunia
Langganan:
Komentar (Atom)






